Google Translate

Sabtu, 26 Februari 2011

Sistem Perekonomian Orang Cina part 1

Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian

Saya punya teman orang cina. Waktu itu dia baru saja pindah ke kota kami. Saat dia datang, saya ingat keluarganya hanya berjualan barang kebutuhan sehari-hari di toko kecil yang merangkap rumahnya. Namun lama kelamaan, saya menyadari bahwa tokonya telah semakin berkembang dan sekarang toko kecil itu menjadi sebuah minimarket yang luas.

Suatu saat saya datang ke rumah teman saya itu. Saya ditawari makan siang, dan tak terduga ternyata lauk makanannya hanyalah tempe dan tahu ditambah sambal untuk siang itu. Saya terpikir, kenapa orang sekaya beliau hanya makan yang seperti ini untuk makan siang.

Setelah saya tanyakan ternyata memang inilah yang biasanya dia makan. Bukan karena lebih sehat, tapi karena uang yang digunakan untuk makan hanyalah sedikit. Dia bilang, bila usahanya untung, 60%nya akan dia gunakan untuk menambah modal, sehingga bisa mengembangkan usahanya. Sedangkan sisanya digunakan untuk makan. Wajar saja mereka hanya bisa makan lauk pauk sederhana seperti itu, karena sebagian untungnya digunakan untuk usaha, bukan dinikmati.

Bersakit-sakit dahulu memang, makan makanan yang tidak terlalu nikmat, tapi apakah kita akan meragukan hasil akhir penderitaan kita itu ? saya rasa kita sama-sama tahu hasil akhir yang didapat.

Sistem ini saya kira sudah berhasil. Buktinya dia bisa mengubah sebuah toko kecil menjadi minimarket yang ramai pembeli. Jadi tidak ada ruginya bukan bila kita menerapkan sistem yang hebat ini dalam kehidupan kita ?

Jawaban Sang Guru

Di suatu sekolah ada beberapa murid nakal yang sedang dihukum karena mereka telah melanggar banyak peraturan pokok. Seorang guru pun datang ke hadapan mereka.

''Muridku sekalian, bapak tahu masa-masa kalian adalah masa muda yang sangat menggembirakan. Oleh karena itu, kalian boleh melakukan apa saja yang kalian inginkan di masa ini. Baik itu kejahatan, judi, main wanita, mabuk, atau apapun, itu terserah kalian''

''Benarkah kami boleh melakukan itu semua guru?''

''Tentu saja, dan kalian pun bisa tetap masuk surga''

''Bagaimana caranya guru?''

''Caranya sehari saja sebelum kematian kalian datang, berbuatlah baik seharian penuh, berbuatlah dengan ikhlas, maka dosa kalian akan diampuni dan kalian pasti masuk surga,''

''Oh begitu caranya, lalu bagaimana kami bisa tahu kapan kematian kami datang guru?''

''Tidak ada yang tahu, karena itu berbuatlah baik setiap hari,''