Google Translate

Rabu, 02 Februari 2011

Sebuah Jawaban dari Einstein

Suatu ketika einstein diwawancarai oleh seorang wartawan terkenal. Dengan maksud menguji si jenius Einstein, si wartawan menanyakan sesuatu.
W : Einstein, saya dengar anda sangat jenius, lalu apakah anda tahu nama guru Aris Toteles.
E : saya tidak tahu, saya juga tidak mau tahu, untuk apa saya mengisi otak saya dengan fakta2 yang tentunya akan membebani otak saya ? Lebih baik saya menggunakan otak saya untuk memikirkan apa yang difikirkan aris toteles saat itu.
Jangan isi otak anda dengan fakta2 yang bisa membebani otak anda, gunakan otak anda untuk berfikir, jangan gunakan untuk menjadi gudang fikiran.

Selasa, 01 Februari 2011

Berhasil Tanpa Otak yang Cerdas

Pernahkah anda merasa kasihan pada diri anda sendiri karena anda merasa anda adalah orang yang tidak cerdas ? Bacalah obatnya di bawah ini.

1. Percayalah pikiran yang memandu intelegensi anda, jauh lebih penting daripada intelegensi yang anda miliki.

2. Kemampuan terdiri dari 5% kecerdasan dan 95% ketekunan. Orang yang bodoh akan dikalahkan orang yang cerdas, namun orang ornag yang cerdas akan dikalahkan oleh orang yang tekun.

3. Gunakan pengetahuan apapun yang anda miliki. Karena pengetahuan adalah kekuatan jika anda menggunakannya secara konstruktif.

4. Jangan pernah meremehkan intelegensi anda sendiri dan menganggap terlalu tinggi intelegensi orang lain. Ingatlah bahwa setiap manusia pasti memiliki suatu bakat dalam suatu hal. Temukan bakat anda, lalu kembangkan bakat anda tersebut, maka anda pun akan dapat merasakan kecerdasan dalam diri anda.

5. Ingatlah bahwa sikap anda lebih penting daripada intelegensi yang anda miliki. Bila anda merasa diri anda kurang cerdas, maka jangan buat sikap anda buruk. Seorang yang memiliki sikap baik akan lebih dihormati daripada orang yang pandai namun bersikap buruk.

6. Ingatlah bahwa kemampuan berfikir kreatif jauh lebih mulia daripada kemampuan mengingat segudang fakta. Pikirkanlah di otak anda cara untuk membuat sejarah, jangan fikirkan cara untuk merekan sejarah yang orang lain telah buat.