Google Translate

Jumat, 04 Maret 2011

Kata Mutiara Part 1

Kita jarang ingat dengan apa yang kita miliki, tetapi kita sering kali ingat apa dengan apa yang dimiliki orang lain.
Anonim

Kalau tuhan tidak menjadikan perhambaan dan perbudakan,tentu tidak akan timbul keinginan hendak mengejar kemerdekaan. Memang kalau tiada kesakitan, orang tidak mempunyai keinginan untuk mengejar kesenangan.Oleh itu tidak keterlaluan jika dikatakan bahawa sakit dan pedih adalah tangga menuju kejayaan.
Hamka

Langkah untuk sukses adalah mengejarnya dengan konsisten.
Anonim

Apabila Anda mampu membalas lawan, jadikan-lah maaf sebagai ungkapan syukur atas kemampuan Anda membalas.
Anonim

Kehidupan seorang pemberani ialah pada saat matinya, dan kematian seorang pengecut pada saat hidupnya.
Anonim

Orang yang bahagia itu akan selalu menyediakan waktu untuk membaca kerana membaca itu sumber ilmu, menyediakan waktu tertawa kerana tertawa itu musiknya jiwa, menyediakan waktu untuk berfikir kerana berfikir itu dasar kemajuan, menyediakan waktu untuk beramal kerana beramal itu pangkal kesuksesan, menyediakan waktu untuk bercanda kerana bercanda itu akan membuat selalu muda dan menyediakan waktu beribadah kerana beribadah itu adalah ibu dari segala ketenangan jiwa.
Anonim

Jika Anda menginginkan kemuliaan dan kehormatan, jauhilah segala perbuatan haram.
Anonim

Cara Menghadapi Orang yang Sedang Marah

Sering kita baca atau lihat di media, permasalahan kecil yang menyebabkan kemarahan salah satu atau dua belah mengakibatkan kejadian yang cukup fatal, seperti adu fisik, pemukulan, bahkan hingga pembunuhan. Alangkah sayangnya bila kejadian tersebut berulang kali timbul, hanya karena persoalan sepele. Oleh karena itu, perlu trik-trik tertentu agar persoalan kecil yang menyebabkan kemarahan tidak menimbulkan kejadian fatal. Langkah-langkah atau trik-trik yang dapat digunakan menghadapi orang marah antara lain:

1. Diam dan perhatikan apa yang diucapkan

Orang dalam keadaan marah akan melontarkan apa saja yang ada dalam benaknya, ibarat muntahan lahar gunung berapi. Oleh sebab itu, jangan sekali-sekali langsung menanggapi, karena api akan semakin membesar dan dapat menyulut pertempuran, tidak hanya adu mulut, tetapi juga adu fisik, bahkan nyawapun jadi taruhan. Diam dan perhatikan apa isi lontaran kemarahan tersebut, renungkan sesaat, dan jangan ambil tindakan apapun, kecuali orang tersebut memulai tindakan fisik terlebih dahulu. Kalaupun ada tindakan lebih kepada membela diri, bukan menyerang orang tersebut.

2. Temukan Letak Kesalahan

Setelah memerhatikan dan merenungkan lontaran kemarahan orang tersebut, temukan letak kesalahan, apakah pada diri kita atau pada orang tersebut. Bila kesalahan terjadi pada diri kita, segeralah minta maaf setelah orang tersebut selesai melontarkan kemarahannya, kemukakan alasan secukupnya, tidak perlu penjelasan yang bertele-tele, karena kesalahan kita akan dikejar terus. Misalnya, kita terlambat menyerahkan barang/kiriman karena jalanan macet, cukup minta maaf dan sampaikan terjadi kemacetan. titik. tidak perlu dijelaskan kenapa macet dan sebagainya, karena akan dikejar pertanyaan yang tidak akan pernah selesai, contohnya kenapa tidak dari pagi?, atau kenapa tidak naik motor?

Namun bila kesalahan terjadi pada orang marah tersebut, kita juga tidak perlu langsung menanggapi. cukup dengarkan dulu, setelah suasana dingin, baru kita klarifikasi atau kita jelaskan bahwa letak kesalahan bukan pada diri kita, melainkan pada situasi yang tidak memungkinkan, jangan langsung menyalahkan yang bersangkutan. Misalnya kita diperintahkan mengirim barang oleh orang tersebut, padahal bukan wewenangnya. Ketika orang tersebut marah, sampaikan saja bahwa pengiriman barang harus seizin orang yang berwenang (apakah atasannya, atau orang lain yang punya otoritas), bukan orang yang bersangkutan.

3. Selesaikan Masalah Sendiri atau Melalui Pihak Ketiga

Apabila situasi memungkinkan, selesaikan masalah dengan segera, agar tidak menimbulkan beban baik bagi diri kita atau bagi orang yang sedang marah tersebut. Sedapat mungkin tidak melewati hari karena hanya akan menambah beban pikiran dan perasaan. Apabila memang sulit dipecahkan, ajaklah pihak ketiga yang dikenal oleh kita maupun orang yang bersangkutan, serta memiliki wibawa dan dihargai oleh kedua belah pihak. Biarlah pihak ketiga yang menjelaskan duduk persoalan dan menerangkan akar permasalahan kepada kedua belah pihak. Selesaikan dengan kepala dingin dan keikhlasan kedua belah pihak.

4. Tinggalkan

Apabila masih tidak terpecahkan juga, walaupun melalui pihak ketiga, sebaiknya tinggalkan dan hindari saja orang tersebut. Cari kegiatan atau pekerjaan lain yang tidak berhubungan langsung dengan orang tersebut. Buang jauh-jauh masalah tersebut dan jangan lagi muncul dalam pikiran kita. Fokuskan perhatian pada masa depan, tidak perlu menengok ke belakang lagi.

5. Serahkan kepada yang Berwajib (bila perlu)

Apabila masalah tetap berlanjut dan situasi makin panas, bahkan cenderung kontak fisik dan membahayakan keselamatan diri dan keluarga kita, jalan terakhir adalah melapor dan minta perlindungan kepada yang berwajib, dalam hal ini adalah Polisi atau aparat pemerintah setempat. Jangan sekali-kali kita selesaikan secara fisik tanpa ada perlindungan yang berwajib, karena malah bisa menjadi bumerang bagi diri kita sendiri. Bisa-bisa kita yang diciduk ke penjara gara-gara permasalahan orang lain.