Google Translate

Minggu, 25 Agustus 2013

Datang Tepat Waktu Agar Dihargai

Datang tidak tepat waktu adalah hal yang biasa di Indonesia. Bahkan Indonesia memiliki kata khusus untuk menunjukkan keterlambatan ini, yaitu "ngaret". Bayangkan itu. Ada sebuah kata khusus untuk menggantikan kata terlambat. Setahu saya, hanya bahasa Indonesia lah yg demikian adanya.

Di Eropa, apabila anda terlambat 10 menit saja maka anda akan dimarahi dan anda harus minta maaf karena anda telah tidak sopan terhadap orang yg menunggu tersebut. Ini cukup masuk akal karena menurut saya apabila anda datang terlambat artinya anda tidak menghormati orang yg menunggu anda tsb.

Anda pasti pernah memiliki janji dengan seseorang untuk bertemu di suatu tempat jam 10 pagi tepat. Anda pun berusaha datang tepat waktu. Lalu anda datang ke tempat yg dijanjikan tsb tepat jam 10. Namun setelah lebih dari setengah jam, teman anda belum juga datang. Bagaimana perasaan anda ? Saya yakin anda pasti pernah merasa kesal walaupun lama-kelamaan anda akan merasa biasa saja karena sudah terbiasa dengan keadaan tersebut.

Alangkah baiknya kalau kita memiliki janji untuk bertemu dengan seseorang, kita telah tiba di lokasi 10 menit sebelum waktu yg dijanjikan, sehingga orang yang ingin bertemu dengan kita itu akan merasa dihargai dan dihormati.

Ingat, apabila anda datang terlambat dari waktu yang dijanjikan, artinya anda tidak menghormati orang lain. Dan bukankah cara untuk dihormati adalah dengan cara menghormati orang lain ? Dari hal ini bisa kita tarik kesimpulan. Apabila anda ingin dihormati, maka datanglah tepat waktu.

Kamis, 22 Agustus 2013

Hangatnya Kekeluargaan dalam Kegiatan Tegak Tarub

Saya teringat, dulu ketika saya masih berumur 5 tahun, saya melihat sebuah kegiatan masyarakat yang benar-benar mencerminkan sikap gotong royong. Nama kegiatan itu adalah tegak tarub. Tegak tarub adalah sebuah kegiatan membangun tenda sementara untuk pernikahan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar. Mungkin anda berpikir, apa yang spesial dari acara membangun tenda pernikahan ?

Begini, coba anda lihat apabila akan diadakan sebuah acara pernikahan. Siapa yang membangun tendanya ? Tukang. Hal inilah yang menjadi perhatian saya.

Dulu, apabila ada tetangga akan mengadakan sebuah acara, maka masyarakat sekitar akan dengan sukarela membantu. Oh iya, orang-orang di kegiatan tegak tarub tadi tidak dibayar sepersen pun. Namun sekarang orang-orang begitu sibuk untuk melakukan itu, lebih baik memanggil tukang bukan ? Artinya, tidak bisa dipungkiri bahwa orang-orang dulu jauh lebih baik dalam hal bermasyarakat..

Mereka rela berkorban waktu dan tenaga untuk membantu tetangga yang akan mengadakan acara pernikahan. Mereka memiliki sikap gotong royong, bekerja sama untun mencapai sebuah tujuan.

Bayangkan berbagai keakraban yang didapat di kegiatan tegak tarub tsb. Rasa kekeluargaan dan hangatnya persaudaraan. Tidak heran kalau di saat saya kecil, saya sering sekali mendengar ungkapan "Tetangga adalah keluarga terdekat kita,"

Saya tahu, mungkin kita semua terlalu sibuk dengan kegiatan kita masing-masing, tapi alangkah manisnya kalau kita bisa membangun rasa persaudaraan dan kekeluargaan itu lagi.

Ayo kita bangun lagi semua hal baik di atas. Sulit ? Lakukanlah hal-hal baik kecil dengan keikhlasan yang besar.